Houtenhand’s Secret Gig: Rumahsakit

Waktu masih tinggal di Jakarta, saya pernah nonton Rumahsakit. Lupa di acara apa, kayaknya sih semacam festival dengan banyak stage. Pokoknya stage Rumahsakit agak di belakang, semacam sukar dicari. Gara-gara penempatan itu pula saya terlambat nonton, saya masuk ketika mereka sudah bernyanyi, dan uh, hanya ada segelintir orang di sana.

Waktu itu, saya senang-senang saja. Bodo amat, akhirnya toh dapet juga nonton live Rumahsakit yang sangat menyenangkan. Saya pun pamer dengan bangga pada teman-teman di kota kelahiran.

Pertengahan Maret, ketika melintas di jalan protokol kota Malang, saya melihat baliho acara yang menghadirkan The Experience Brother, L’Alphalpha, MMS (Menikmati Musik Selamanya), dan Rumahsakit, didukung oleh kawan-kawan Young Savages dan Much. Wah. Boleh juga ini. Tidak lama kemudian, waktu lagi di Houtenhand, owner-nya bilang sama saya, “Rumahsakit mau secret gig di sini, Beb.”

“Wah? Kapan?” tanya saya, langsung semangat.

Sabtu, jawabnya. Maka saya pun menunggu datangnya hari keramat itu dengan sangat tak sabar, sungguh tak sabar. Houtenhand Public House sudah beberapa kali mengadakan secret gig, tetapi saya belum pernah menjadi bagian dari salah satunya, karena posisi saya waktu itu masih di Jakarta. Rumahsakit inilah yang bakal jadi yang pertama buat saya. HOW FUN IS THAT???

Hari yang ditunggu pun datang. Saya menyempatkan bekerja sebelum berangkat, sekadar mengalirkan adrenaline. Entahlah, saya excited sekali. Padahal, belum menyimak album baru Rumahsakit. Padahal, banyak teman-teman yang bilang, semenjak ganti vokalis, aura Rumahsakit jadi beda. Peduli setan, saya mau loncat-loncat meneriakkan Pop Kinetik!

Houtenhand sudah riuh, Sabtu malam biasa dengan denting sloki, teriakan dan makian di sana-sini, suasana yang menyenangkan. Seorang teman yang sedang di teras Houtenhand berteriak kepada kami yang di dalam, “Don! Doni! Areke teko!” (“Don! Doni! Anaknya (Rumahsakit, red) datang!”).

Seorang teman menggamit lengan saya. Kami pergi berkendara sebentar, sekadar menyegarkan diri dari sesaknya Houtenhand. Kembali dengan mata sayu, sebentar kemudian Rumahsakit sudah main. Saya langsung meninggalkan teman-teman di lantai satu, setengah berlari ke lantai dua. Woohooooooooo! Mau langsung menerjunkan diri ke depan panggung, kok lagunya agak tak familiar ya? Jadi saya memilih berdiri di atas kursi, barengan Seno Darmaji yang ternyata di luar dugaan, lebih hafal lagu-lagunya Rumahsakit. Haha.

Agak tidak konsentrasi karena peredaran alkohol yang tidak merata, tiba-tiba intro Hilang terdengar. Saya langsung loncat turun, setengah berlari menghampiri teman-teman di depan panggung, mengangkat tangan dan heboh menggoyangkan badan. Walaupun tidak banyak berinteraksi, tetapi kelihatannya personel Rumahsakit menikmati panggung sesak Houtenhand. Arief Muhammad menyeringai lebar sekali, dia ikut turun dan menari bersama.

Lagu terakhir, tentu saja, Pop Kinetik. Lebih banyak tubuh terangkat ke atas kepala dan koor terdengar lebih keras. Tetapi, tiba-tiba saja gig kecil ini selesai. Begitu saja. Rasanya seperti mimpi. Padahal masih ada se-pitcher racikan khas Houtenhand. Saya berdiri di lantai dua, agak kebingungan. Tetapi senang. Luar biasa senang, terlepas dari pengaruh beberapa zat penyebab euforia.

Bukankah itu inti gig? Senang-senang bareng teman. Nggak usah protes kalau sound tidak maksimal atau ‘mainne gak enak’, lah wong ini acara gratisan. Nggak usah protes soal pergantian personel, kalau mau ya tinggal joget, kalau nggak mau, ya jangan datang. Pokoknya saya sudah merasakan atmosfer secret gig di tempat favorit di kota Malang, dan jadi mengerti kenapa band-band yang sudah pernah mencicipi rasa gig rahasia, jadi terkesan dengan tempat kecil ini.

https://www.facebook.com/plugins/video.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2Fodiengila%2Fvideos%2Fvb.1164173274%2F10207584921078818%2F%3Ftype%3D3&show_text=0&width=560

Dari cerita-cerita legendaris yang saya dapat sih, bahkan di gig Payung Teduh yang notabene lagunya membuai dan meninabobokan, masih ramai oleh crowdsurf. Sekarang saya heran deh kalau ada yang nggak mau dibikinin secret gig di Houtenhand. Asli.

Malang, 21 Maret

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s