The Skints: Bikin Goyang Jempol

pic: stereoboard.com

Kalau kamu pikir dangdut Pantura satu-satunya musik yang bisa membuatmu menggoyangkan jempol kaki diam-diam, coba cari nama The Skints di YouTube.

Saya lupa kapan pertama kali mendengar The Skints, atau diperkenalkan siapa. Yang jelas, saat itu saya masih berkantor di Jakarta, di mana saya terbiasa mendengarkan musik memakai headset lantaran selera musik saya terbilang minoritas. Waktu itu, album Part & Parcel disantap habis, di-replay berulang kali.

the-skints

@theexeterphoenix

Dari Part & Parcel, saya menjelajah ke The Skints EP. Ah, memang sedap sekali. First of all, saya memang suka band Eropa. Bagi saya, mereka punya lebih banyak genre dan instrumen, dibanding benua adidaya yang 10 tahun belakangan ini seragam semua musiknya. Plus, penduduk Jamaika sebagai pemilik asli ska banyak yang bermigrasi ke Inggris, sehingga warisan itu terasa lebih legal di sana.

Secondly… Ayolah! Serius kamu tidak terkesan oleh cara bernyanyi Marcia Richards dalam Ratatat? Iya, dia mendapat bantuan melalui efek dan synth, namun setidaknya dia tidak perlu memperlihatkan payudara dan menggoyangkan pantat di depan kamera. She really can sing. You should appreciate it.

Third, The Skints memainkan racikan reggae, ska, dub di takaran yang pas, masih nyaman didengar di kondisi out-chilling, ditambah  hip-hop yang juga tidak berlebihan. Plus, drummer mereka bisa nyanyi seperti dalam Can’t Take No More. Lagu-lagunya ringan, menyenangkan, bicara soal tragedi sosial nyata, dan entah mengapa, personel The Skints terlihat begitu hangout-able. Sepertinya mereka akan berhenti dan tersenyum padamu saat kamu memanggil di backstage, atau menawarimu rokok – walaupun saya sendiri belum pernah ditawari rokok oleh artis di belakang panggung XD

Begitu mudahnya untuk jatuh cinta kepada Marcia.  Wanita 25 tahun ini bisa memainkan saxophone, flute, gitar dan keyboard. Dia cantik, berpakaian sewajarnya, bahkan terkadang nyanyiannya saja bisa membuatmu merasa relijius. Sayang, kecurigaan saya bahwa dia seorang penyanyi gereja yang suka merokok ganja di saat senggangnya, belum terbukti. Malahan, dia suka membantu temannya seperti Josh Bevan, orang Inggris yang populer di YouTube, memainkan  gitar akustik.

Tahun 2015, The Skints punya FM, yang ternyata dirilis oleh Easy Star Records. Ini menarik, mengingat label New York ini memang banyak merilis reggae dan dub (ingat Easy Star All Stars dengan Dub Side of the Moon-nya yang mengesankan?), dan saya pun tak terkejut mendengar hasilnya. Percobaan pertama saya di This Town, dengan Jamie Kyriakides (drum) di intro, disambung Marcia. Ada delay di sana-sini, lalu Josh Rudge ber-ragamuffin, disambung Tippa Irie, seorang penyanyi, DJ dan MC reggae asal London. Komplit ya?

the-skints

pic: @yorkmix.com

Come to You dengan mudah menjadi salah satu kesukaan. Bagi saya, vokal Marcia selalu terdengar klasik dan manis, dan The Skints bisa melestarikan musik ska sebagaimana mestinya. Sekadar catatan, saya suka sekali tradska dan punya ketertarikan seksual aneh terhadap lagu I’m Still in Love (With You Girl)-nya Alton Ellis. The Skints bisa memenuhi kebutuhan tersebut. Keahlian itu menempatkan tradska di momen tepat sehingga terasa segar di keseluruhan album.

Fourth, semangat positif The Skints. Saya suka ska lantaran dia selalu bisa membuat saya berdansa, dan berdansa berarti tersenyum. Tersenyum membuat saya positif. “We’ve got to keep our heads screwed on for hope of getting through another day, don’t you worry about tomorrow because tomorrow won’t be worrying about you,” – Tomorrow. Mereka bahkan bisa membuat saya berdansa saat patah hati, alih-alih menangis tersedu-sedu, dengan Broken Hearted (album Part & Parcel), serta ngomel tentang mahalnya biaya hidup dengan cara keren, bukan merengek.

Fifth, the last, tentu saja, karena Josh pernah membalas tweet ucapan ulang tahun saya tahun lalu. Whoop, jangan salah, saya bukan jenis fangirl seperti itu. Faktanya, Josh The Skints adalah satu-satunya yang pernah saya tweet langsung (dan dibalas). Sampah ya? :’))

Josh

padahal ya cuma dibalas gini doang XD

Tuh, jempol kakimu sudah goyang 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s