Oh. MTV Indonesia Berhenti Tayang.

pic: @funnyjunk.com

Kemarin, saya lagi bersantai sambil scrolling linimasa Twitter ketika mata menangkap berita dari Rolling Stones Indonesia bertajuk “MTV Indonesia Resmi Berhenti Beroperasi”. Wah.

Tidak sangat terkejut sih, juga tidak sangat menyayangkan. Sudah lama sekali, mungkin 10 tahun lebih, saya tidak pernah nonton MTV, apalagi MTV Indonesia. VJ MTV yang saya tahu masih Jamie Aditya, Nadya Hutagalung, Sarah Sechan, Alex Abbad… hmm, nonton Cathy Sharon di MTV juga tidak pernah. Saya lebih tahu dia di acara infotainment.

Bagaimanapun MTV selalu menimbulkan sentimentil di hati. Sentimentil kemenangan lantaran saya besar di tahun 90-an, di mana MTV saat itu SUPER KEREN BANGET. Mereka punya program MTV Unplugged, Alternative Nation, Headbanger’s Balls, diikuti kartun-kartun SUPER DUPER KEREN macam Beavis and Butthead dan tentu, kegemaran saya, Daria.

enhanced-buzz-9488-1360770773-2enhanced-buzz-25474-1360770427-4      (in case you didn’t know who Daria is, you can read more about how awesome she is in here)

Saya harus mengakui, judul-judul program yang saya sebutkan benar-benar mempengaruhi tumbuh-kembang (walaupun sampai sekarang tinggi saya masih segini) saat itu. MTV menjadi patokan, karena dia menjalankan fungsi sebagaimana mestinya: memberi informasi. Dia memutar video-video klip yang membuat saya tercengang dan menganga, lalu buru-buru merengek pada ayah agar dibelikan kasetnya, lalu merengek pada ibu agar dibelikan kemeja flannel atau jaket jeans. Dia membuat saya menyimak kata demi kata di sampul kaset, dia memaksa saya belajar bahasa Inggris dengan menghafal lirik hanya agar dapat meneriakkan lagu yang sama di depan TV, sambil loncat-loncat.

Sebagai anak perempuan yang dibesarkan oleh seorang metalhead, MTV membuat saya merasa normal, meskipun teman-teman perempuan saya di sekolah tidak (mau) mengerti siapa Nirvana. Iya, dia sangat membantu saya. Waktu itu, saya bangga nonton MTV.

mtvalt

one of my heroes // pic: vimeo.com

Saya lupa kapan mulai tidak menonton TV. Mungkin ketika saya menyadari lebih banyak yang bisa didapat melalui sambungan internet. Pokoknya, tiba-tiba saja MTV jadi dipenuhi reality show yang membuat saya muak macam Teen Mom, 16 and Pregnant, dan My Super Sweet 16. Iya, saya nonton The Osbournes, tetapi saya tidak menikmatinya, karena rasanya lebih sedap mendengarkan rekaman Black Sabbath. Pencitraan dewa saya Ozzy Osbournes jadi berubah di reality show itu. Yang saya ingat, saya kaget bukan kepalang tahu ada acara remaja-remaja hamil.

Buat saya, ini sih SAMPAH!

Setelah itu, saya bangga tidak nonton MTV.

Usai dikecewakan, lantas saya tak pernah lagi peduli padanya. Jahat ya? Jujur, saya pun tidak mencaritahu penyebab mengapa mereka jadi seperti itu, tetapi buat saya, semuanya pilihan. MTV sudah berubah, dan saya menerimanya tanpa banyak debat. Kini MTV Indonesia memutuskan berhenti beroperasi, dan saya pun takkan merasa kehilangan.

So long, MTV Indonesia. You are a part of MTV, and MTV, you used to be cool, but now you sucks. Thank you for teaching me how to be cool.

Ps. MTV also used to be my guilty pleasure. Saya ingat sekali, nonton klip Spice Girls di MTV, lihat Scary Spice (Mel B) dengan piercing di lidah, saya berpikir, “I’m gonna do the same!”. Waktu itu saya masih SMP. Sampai sekarang saya punya piercing yang sama 😀

tumblr_mh2tjwk1xd1rhf41zo1_500

You rocks, Scary Spice!

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s